Langsung ke konten
Bali Bali
Lifestyle

Bali Jadi “Halaman Belakang” Anak Jakarta? Ini Tempat yang Paling Sering Mereka Datangi

Giostanovlatto
Bali Jadi “Halaman Belakang” Anak Jakarta? Ini Tempat yang Paling Sering Mereka Datangi

Karena itu, tempat seperti Savaya, Ulu Cliffhouse dan Single Fin terus punya daya tarik bagi kelompok wisatawan muda dan pasangan yang ingin menghabiskan sore sampai malam dengan pemandangan laut.

Kuta dan Legian tetap punya pasar sendiri, terutama bagi mereka yang mencari kehidupan malam yang lebih ramai dan pilihan hiburan yang relatif beragam. Sedangkan Ubud menawarkan versi Bali yang berbeda: restoran dengan pemandangan sawah, wellness, spa, yoga, seni dan suasana yang lebih tenang.

Menariknya, restoran viral kini ikut mengubah cara orang menyusun itinerary.

Sebuah tempat makan tidak selalu dipilih karena lokasinya dekat atau karena rekomendasi keluarga. Kadang cukup karena tiga atau empat kali muncul di TikTok, Instagram atau obrolan grup WhatsApp.

Bali halaman belakang anak Jakarta

“Coba tempat ini, lagi viral.”

Kalimat sederhana itu bisa membuat sebuah restoran masuk daftar tujuan.

Di sinilah Bali sebagai destinasi lifestyle mulai terlihat semakin jelas. Bagi sebagian wisatawan muda Jakarta, liburan bukan lagi soal berapa banyak tempat yang berhasil dikunjungi, tetapi berapa banyak pengalaman yang terasa menyenangkan untuk dijalani bersama teman.

Dan itu menjelaskan mengapa beach club menjadi begitu penting.

Bali menyediakan sesuatu yang sulit ditemukan dalam satu paket di kota besar: pagi bisa dimulai dengan brunch, siang berpindah ke beach club, sore mengejar sunset, malam makan di restoran viral, kemudian lanjut party.

Tidak perlu perjalanan panjang.

Tidak perlu itinerary yang terlalu rumit.

Bali tinggal datang, pilih tempat, lalu menikmati suasananya.

Enam orang Jakarta yang ditemui Lambe Turah di Atlas Bali mungkin hanya satu rombongan kecil. Tetapi cerita mereka memberikan gambaran tentang pola yang lebih besar: bagi sebagian anak muda dari Jakarta, Bali sudah bukan sekadar tempat untuk dikunjungi.

Bali telah menjadi tempat untuk menghabiskan waktu.

Dan mungkin itu sebabnya mereka terus kembali.

Berita Terkait