Langsung ke konten
Bali Bali
News

Bekas Wahana Watersport The Angkal di Nusa Penida Ludes Terbakar

Giostanovlatto
Bekas Wahana Watersport The Angkal di Nusa Penida Ludes Terbakar

LambeTurahBali - Bekas wahana permainan air The Angkal di Dusun Telaga, Desa Kutampi, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, ludes terbakar Jumat siang (28/8/2026). Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp100 juta.

Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya mengonfirmasi, api pertama kali diketahui berkobar sekitar pukul 14.30 WITA.

"Bangunan tersebut merupakan bekas wahana watersport yang sudah tidak beroperasi lagi. Sampai saat ini penyebabnya masih kami dalami," kata Kesuma.

Yang membuat kejadian ini terasa cukup mendadak bagi warga sekitar, kobaran api baru diketahui setelah seorang pengendara yang melintas berteriak memperingatkan warga di sekitar lokasi.

"Warga yang melintas berteriak memberi tahu ada kebakaran. Saksi dan pelapor kemudian keluar kantor untuk mengecek dan melihat api sudah membesar membakar bangunan bekas watersport itu," jelas Kesuma.

Begitu menyadari situasinya sudah tidak terkendali, warga langsung menghubungi petugas Pemadam Kebakaran dan Polsek Nusa Penida. Armada Damkar pun bergerak cepat ke lokasi untuk mencegah api merembet lebih jauh ke area sekitarnya.

Proses pemadaman membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam, hingga akhirnya api berhasil dipadamkan total pada pukul 16.00 WITA setelah petugas memastikan tidak ada lagi sisa titik api di lokasi.

Dampak kebakaran ini ternyata cukup luas. Kasi Damkarmat Satpol PP dan Damkar Klungkung, I Gde Erwan Supriantana, mengungkap bahwa api melahap tiga buah bangunan sekaligus, dengan total lahan terdampak mencapai sekitar 25 are.

"Ya, berdasarkan laporan sementara dari pos damkar Nusa Penida, diinformasikan api membakar tiga buah bangunan dan lahan seluas 25 are," terang Erwan.

Angka 25 are ini cukup signifikan untuk sebuah bangunan yang sebenarnya sudah lama tidak difungsikan, menunjukkan betapa cepatnya api merambat begitu mengenai struktur bangunan lama yang kemungkinan sudah rapuh dan mudah terbakar.

Saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan unit reskrim setempat, sementara garis polisi sudah dipasang di lokasi kejadian untuk kepentingan investigasi lebih lanjut.

"Penyebab pastinya masih belum diketahui dan saat ini masih dalam penyelidikan unit reskrim kami. Kerugian materiil ditaksir kurang lebih Rp100 juta," pungkas Kesuma.

Meski bangunan ini sudah lama tidak beroperasi sebagai wahana wisata air, kebakaran ini menjadi pengingat bahwa bangunan terbengkalai sekalipun tetap menyimpan risiko, terutama bagi kawasan sekitarnya yang bisa ikut terdampak jika api tidak segera ditangani.

Berita Terkait