Langsung ke konten
Bali Bali
News

Ditemukan Sekarat di Kebun Sawit, Orangutan Bernama Sampurna Ini Jadi Korban Kabut Asap Kalimantan

Giostanovlatto
Ditemukan Sekarat di Kebun Sawit, Orangutan Bernama Sampurna Ini Jadi Korban Kabut Asap Kalimantan

LambeTurahBali - Minggu pagi itu, Jais sedang dalam perjalanan menuju kebunnya di Ketapang, Kalimantan Barat, ketika matanya menangkap sesuatu yang tidak biasa. Seekor orangutan tergeletak lemas di tanah, di tengah kebun sawit yang tak jauh dari lokasi kebakaran hutan yang sedang mengamuk.

"Kondisinya sangat lemah, lalu saya beri minum," kata Jais, yang hanya menggunakan satu nama, dikutip dari Reuters, Sabtu (30/8/2026).

Kejadian ini terjadi di tengah situasi yang sedang tidak baik-baik saja bagi Kalimantan. Indonesia tengah memperketat upaya menangani kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan yang melanda enam provinsi di Kalimantan dan Sumatra, setelah asap tersebut memicu gangguan pernapasan dan memaksa ribuan sekolah memindahkan kelas secara daring, bahkan sampai berdampak ke Malaysia.

orangutan diselamatkan kebakaran hutan

Skalanya sendiri tidak main-main. Menurut Kementerian Kehutanan Indonesia, kebakaran hutan telah melahap setidaknya 202.010 hektare lahan sejak Januari hingga Juli, melonjak dari 107.465 hektare yang tercatat pada periode Januari hingga Juni.

Begitu menemukan orangutan tersebut, Jais dan warga sekitar langsung meminta bantuan. Sekitar dua jam kemudian, tim dari Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia tiba bersama dokter hewan untuk memberikan penanganan. Sayangnya, saat itu orangutan tersebut sudah pingsan.

Hewan itu kemudian diberi nama Sampurna, diambil dari nama desa tempat ia ditemukan. CEO yayasan, Karmele Llano Sanchez, menjelaskan penyebab di balik kondisi kritis Sampurna.

"Orangutan itu mengalami hipoksia karena asap yang sangat tebal di area tersebut," ujar Sanchez kepada Reuters.

Dokter hewan yang menangani, Komara, memastikan Sampurna tidak mengalami luka bakar serius. Tapi ia mengalami gangguan pernapasan dan sempat muntah. "Kami menduga ia mengalami infeksi pernapasan akut," katanya, menambahkan bahwa orangutan tersebut diperkirakan berusia sekitar 20 tahun.

Saat ditemukan di kebun sawit, Sampurna terbaring lemas di atas jaring dengan mata tertutup. Dokter hewan langsung memberikan oksigen lewat selang kecil yang dipasang di hidungnya, sementara cairan infus digantung dari pelepah kelapa sawit sebagai penyangga darurat.

orangutan diselamatkan kebakaran hutan

Sampurna kini akan dipindahkan ke pusat rehabilitasi untuk penanganan lebih lanjut, dan akan dilepasliarkan kembali begitu kondisinya pulih. Komara menyebut, sejauh ini yayasan sudah menyelamatkan tujuh orangutan akibat kebakaran hutan yang terus meluas.

Sanchez pun mengingatkan bahwa pemerintah tidak boleh hanya fokus memadamkan api. Dampak jangka panjang terhadap kesehatan masyarakat, hutan, dan satwa liar juga harus jadi perhatian serius, sebelum kejadian seperti yang menimpa Sampurna terus berulang.

Berita Terkait