Lima Nama Ini Masih Dicari Usai Kebakaran KMP Putri Yasmin
LambeTurahNews - Lima orang masih menjadi tanda tanya setelah KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Tim SAR gabungan belum menghentikan pencarian, sementara data korban di posko masih terus diperbarui.
Ada lima nama yang sampai Kamis (13/8/2026) masih dicari setelah KMP Putri Yasmin terbakar di perairan Selat Lombok.
Mereka adalah Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana, Slamet Yulianto, dan I Ratu Agung Ayu Sekar. Tim SAR gabungan masih menyisir sejumlah titik di sekitar lokasi kapal terbakar untuk memastikan keberadaan mereka.
Musibah ini terjadi pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 04.15 WITA. Api muncul ketika kapal dalam perjalanan melintasi Selat Lombok, dan proses evakuasi kemudian melibatkan tim penyelamat dari Bali maupun Nusa Tenggara Barat.
Di tengah proses pencarian, satu korban telah dinyatakan meninggal dunia. Korban bernama Indah Dwi Septiani, 19 tahun, yang tercatat beralamat di Asrama Brimob Gatep, Ampenan.
Data sementara dari Posko SAR di Pelabuhan Lembar menyebut 173 orang telah terdata dalam insiden tersebut. Namun, angka ini masih bersifat sementara dan belum sepenuhnya konsisten dengan rincian lima orang yang masih dicari.
Posko mencatat 172 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan satu orang meninggal. Sementara itu, lima nama masih masuk daftar pencarian. Artinya, angka manifest dan perkembangan evakuasi masih bisa berubah seiring proses identifikasi dan pendataan di lapangan.
Dari data yang ada, terdapat pula dua warga negara asing asal Australia di dalam kapal.
Operasi SAR kali ini melibatkan cukup banyak unsur. Tim mengerahkan KN SAR 220 Mataram, KN SAR Arjuna, helikopter SGi Air Bali, KMP Portlink II, KAL Lembar, kapal yacht No Comment dan Still Here, Speedboat Polairud, RIB, hingga RBB.
Pencarian juga melibatkan Kantor SAR Mataram dan Denpasar, Finns Search and Rescue, TNI AL, Ditpolairud Polda NTB, Polres Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, tim medis, masyarakat serta awak kapal yang berada di sekitar lokasi.
Artinya, pencarian lima orang tersebut bukan sekadar menunggu kabar dari satu kapal penyelamat. Area sekitar lokasi kejadian terus disisir dari berbagai arah, termasuk menggunakan pemantauan udara.
"Saat ini tim gabungan masih berfokus pada proses evakuasi terhadap korban," ujar KSOP Pelabuhan Padangbai Heri Wijayanto.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan penyisiran masih dilakukan untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat.
Fokus berikutnya adalah lima nama yang belum ditemukan. Selama operasi masih berlangsung, jumlah korban dan status masing-masing penumpang masih mungkin diperbarui oleh posko resmi.
Dan di Selat Lombok, pencarian itu masih berjalan.
Tag Terkait