Bali Bali
Lifestyle

Tim Cook Isyaratkan Siri AI Bisa Berbayar buat Pengguna Berat, Ini Skemanya

Giostanovlatto
Tim Cook Isyaratkan Siri AI Bisa Berbayar buat Pengguna Berat, Ini Skemanya

LambeTurahBali - Fitur AI yang gratis mungkin tidak akan selamanya gratis, setidaknya kalau kamu termasuk pengguna berat.

Dalam earnings call terakhirnya sebagai CEO Apple, Tim Cook mengungkap kemungkinan upgrade Siri AI yang selama ini dinanti-nanti bisa datang dengan batasan berbayar tertentu. Meski Cook mengakui rencana ini belum final, ia membayangkan pengguna bisa membeli tambahan kapasitas komputasi untuk Siri AI lewat langganan iCloud+ yang sudah ada.

Skema Upgrade Lewat iCloud+

"We do believe there will be people that want to use [Siri AI] a lot, and so we will have some kind of upgrade possibilities on iCloud+, where people can buy up the stack on iCloud+, and we'll see how the pickup for that is," ujar Cook, Kamis lalu.

Ia menambahkan pihaknya sangat antusias dengan perkembangan Siri AI sejauh ini, meski detail teknis soal skema pembayaran ini masih dalam tahap perencanaan.

Kalau benar diterapkan, pola ini sebenarnya bukan hal baru di industri AI. Kebanyakan provider AI lain seperti Anthropic dan OpenAI sudah lebih dulu menerapkan model serupa, menawarkan versi gratis dengan batasan penggunaan, lalu membuka opsi upgrade berbayar bagi yang butuh kapasitas lebih besar.

Siri Versi Baru Sudah Bisa Dicoba di Beta

Versi terbaru Siri AI ini sebenarnya sudah tersedia di iOS 27 beta, dan direncanakan meluncur lebih luas musim gugur tahun ini.

Di sinilah letak yang jarang dibahas soal timing peluncuran ini. Siri AI justru diluncurkan bertepatan dengan momen pergantian kepemimpinan besar di Apple, ketika John Ternus, yang sebelumnya menjabat Senior Vice President of Hardware Engineering, resmi menggantikan posisi Tim Cook.

Perjalanan Panjang dan Mahal Menuju Siri AI

Ternus mengambil alih kendali di momen yang cukup krusial bagi Apple. Perusahaan ini sempat tertinggal jauh dalam upaya membangun asisten AI canggih, bahkan sampai terpaksa menggandeng kompetitor langsungnya, Google, lewat lisensi model Gemini kustom untuk memperkuat kemampuan Siri.

Keterlambatan pengembangan Siri AI ini bahkan berbuntut masalah hukum. Apple harus membayar 250 juta dolar AS untuk menyelesaikan gugatan class action terkait cara mereka memasarkan kemampuan AI di iPhone 16, yang ternyata belum sepenuhnya terealisasi saat produk itu diluncurkan.

Tantangan Lain: Harga Komponen yang Terus Naik

Selain urusan pengembangan AI, Apple juga menghadapi tantangan besar lain, sama seperti produsen hardware lainnya, yaitu kelangkaan pasokan komponen.

Kelangkaan RAM yang dipicu tingginya permintaan industri AI secara global membuat biaya produksi hardware ikut melonjak. Kondisi ini sudah mendorong perusahaan seperti Meta, Samsung, Microsoft, dan Sony menaikkan harga sejumlah perangkat mereka.

Apple sendiri sudah menaikkan harga Mac dan iPad bulan lalu, meski belum menyentuh harga model iPhone yang sudah beredar di pasaran saat ini. Dengan tekanan biaya produksi dan ambisi besar di ranah AI, keputusan Apple soal skema berbayar Siri AI ini sepertinya bukan sekadar strategi monetisasi biasa, tapi juga bagian dari kalkulasi bisnis yang lebih besar di tengah situasi industri yang penuh tantangan.

Berita Terkait