Bali Bali
News

WN Kazakhstan Selundupkan 1 Kg Hasis di Bandara Ngurah Rai

Giostanovlatto
WN Kazakhstan Selundupkan 1 Kg Hasis di Bandara Ngurah Rai

LambeTurahBali - Sebuah koper berisi pakaian dan aksesori biasa terlihat wajar di mata siapa pun. Tapi bagi petugas yang jeli, ada yang tidak beres di baliknya.

Seorang wanita asal Kazakhstan berinisial VM (25) diamankan Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali dan Bea Cukai setelah kedapatan menyelundupkan 1.079 gram narkotika jenis hasis, tersembunyi rapi dalam koper yang ia bawa saat mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Toples Plastik yang Disamarkan di Antara Pakaian

VM mendarat di Bali dari Bangkok pada Selasa (4/8/2026). Kepala BNNP Bali, Brigjen Putu Putera Sadana, menjelaskan pihaknya berhasil melakukan pencegahan terhadap penumpang wanita rute Bangkok tujuan Denpasar tersebut.

"Berhasil melakukan pencegahan terhadap terhadap seorang penumpang wanita rute Bangkok tujuan Denpasar, Bali," ungkap Putera dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).

Modus yang digunakan VM cukup rapi. Narkotika tersebut disembunyikan dalam kemasan toples plastik yang diletakkan di dalam koper, disamarkan di antara pakaian dan aksesori lainnya. Saat petugas melakukan penggeledahan, ditemukan gel yang diduga hasis seberat 1.079 gram bruto di dalam toples tersebut.

Di sinilah letak yang jarang dibahas soal modus penyelundupan narkotika lewat jalur udara. Barang haram yang dikemas menyerupai produk sehari-hari, seperti gel dalam toples, sering jadi taktik untuk mengecoh pemeriksaan visual sebelum akhirnya terungkap lewat pemeriksaan lebih mendalam.

Mengaku Disuruh, Pengendali Sudah Kabur dari Indonesia

Kepada petugas, VM mengaku hanya disuruh membawa barang tersebut ke Bali oleh seorang perempuan lain, juga warga negara Kazakhstan. Ia diminta menyerahkan koper itu kepada seseorang yang bahkan belum ia kenal di Bali.

Mendapati pengakuan ini, tim langsung melakukan pengembangan lewat komunikasi VM dengan pengendali dari Kazakhstan tersebut.

"Tim langsung melakukan pengembangangan melalui komunikasi VM dengan pengendali dari Kazakhstan," imbuh Putera.

Masalahnya, hasil pengecekan menunjukkan sosok yang diduga menjadi atasan atau pengendali VM ini ternyata sudah keluar dari Indonesia sejak 2020. Fakta ini menunjukkan pola jaringan penyelundupan narkotika lintas negara yang cukup terorganisir, dengan pengendali yang sengaja menjaga jarak fisik dari lokasi transaksi sebenarnya.

Berita Terkait