Anak Krakatau Erupsi Menerus, Dentuman Terdengar Jauh: Warga Dilarang Mendekat 3 Km
LambeTurahBali - Kalau malam tadi terdengar suara dentuman dari sejumlah wilayah Banten, Lampung, bahkan Jawa Barat, sumbernya bukan sekadar suara biasa.
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda sedang mengalami erupsi menerus.
Aktivitas itu dimulai Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB dan masih berlangsung hingga Sabtu pagi. Erupsi disertai gemuruh dan semburan merah menyala yang menyerupai lava fountain, atau air mancur lava. Fenomena ini terjadi ketika lava cair terlontar ke udara dari kawah.
Suara dentuman dan getaran bahkan dilaporkan terdengar atau dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Banten, Lampung, hingga Jawa Barat. Badan Geologi menyebut fenomena tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan.
Yang perlu diperhatikan bukan hanya suara dentumannya.
Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga, status yang telah berlaku sejak 2 Juli 2026. Karena itu, masyarakat tidak diperbolehkan mendekati pusat aktivitas gunung.
Yang perlu diketahui sekarang:
Radius larangan: 3 kilometer dari pusat aktivitas atau kawah Anak Krakatau.
Yang dilarang mendekat: masyarakat, wisatawan, pendaki, dan nelayan.
Bahaya utama: lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, dan jika aktivitas meningkat, awan panas.
Erupsi terbaru: berlangsung menerus sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi.
Fenomena yang terlihat: semburan merah menyala menyerupai lava fountain.
Lalu bagaimana dengan tsunami?
Ini bagian yang kemungkinan paling membuat warga pesisir khawatir, mengingat sejarah Anak Krakatau. Pada 22 Desember 2018, longsoran tubuh gunung ke laut memang berkaitan dengan tsunami Selat Sunda.
Lihat postingan di Instagram
Namun berdasarkan evaluasi Badan Geologi saat ini, tubuh Anak Krakatau yang tumbuh kembali setelah peristiwa 2018 masih relatif kecil dan tidak menunjukkan potensi keruntuhan dalam skala besar yang dapat memicu tsunami. Meski begitu, perkembangan aktivitas dan perubahan bentuk gunung tetap dipantau secara intensif.
Artinya, masyarakat tidak perlu panik, tetapi juga tidak boleh menganggap erupsi ini sebagai tontonan.
Badan Geologi meminta masyarakat mengikuti informasi resmi dan tidak masuk ke radius 3 kilometer. BPBD Lampung Selatan juga mengingatkan warga pesisir untuk tetap tenang, bersiap, dan tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi.
Anak Krakatau masih aktif. Dan untuk saat ini, pesan terpenting bukan mencari tempat terbaik untuk melihat letusan, tetapi memastikan tidak ada orang yang berada terlalu dekat ketika gunung kembali menunjukkan perubahan.
Tag Terkait