Langsung ke konten
Bali Bali
Iklan
Entertainment

Ayah Thalita Latief Meninggal Dunia, Ini Kenangan Momen Bercanda di Saat-Saat Terakhir Kesadarannya

Giostanovlatto
Ayah Thalita Latief Meninggal Dunia, Ini Kenangan Momen Bercanda di Saat-Saat Terakhir Kesadarannya
Iklan

LambeTurahBali - Di tengah suasana duka, ada satu kenangan yang justru bikin Thalita Latief tersenyum saat mengingat sosok sang ayah, Riki Isman Latief, yang berpulang Rabu (9/9/2026). Bukan momen sedih, melainkan candaan kecil yang sempat terlontar di saat kesadaran sang ayah masih ada.

Ditemui di TPU Jeruk Purut, Cilandak, Kamis (10/9/2026), Thalita menggambarkan sosok ayahnya sebagai figur yang jauh dari kesan kaku. Bahkan dengan keponakan-keponakannya sendiri, Riki dikenal sering ikut nongkrong bareng, sesuatu yang jarang ditemui pada sosok orang tua di generasinya.

"Ayah yang asik gitu. Suka ikutan nongkrong kan," ujar Thalita.

Kedekatan itu ternyata sudah terjalin sejak lama, bermula dari hubungan sepupu yang akrab sejak kecil. Tapi yang menarik, di tengah masa perawatan yang berat, ada satu sosok kecil yang justru jadi sumber semangat terbesar bagi Riki.

"Terus terutama cucu sih, kalau cucu itu udah obat banget buat dia ya, semangat gitu dia langsung. Tapi ya gitu, udah terlalu komplikasi, walaupun semangat tapi badannya udah nggak sanggup, gitu. Badannya udah capek," katanya.

ayah Thalita Latief meninggal dunia

Detail ini menyingkap sisi yang jarang terlihat publik, seorang kakek yang tetap berjuang menahan sakit demi bisa lebih lama bersama cucunya, meski kondisi fisiknya sendiri sudah semakin melemah karena komplikasi yang dialaminya.

Selama masa kritis di ICU, keluarga besar memilih untuk selalu mendampingi Riki secara lengkap, tanpa terkecuali. Bahkan sang cucu, Rafello, turut hadir menemani sang kakek di momen-momen terakhirnya.

"Tapi ya kita nemenin teruslah, gitu. Aku, Mami, Kakak, Om, Tante, adik-adiknya, ya. Lengkaplah kita keluarga di sana semua. Rafello, cucunya," ujar Thalita.

Di tengah situasi yang berat itu, ada satu momen yang tetap terpatri kuat di ingatan Thalita, saat kesadaran ayahnya sempat kembali dan ia masih bisa bercanda dengan anak-anaknya.

"Iya, waktu waktu masih waktu masih ada kesadarannya ya, gitu. Jadi ya itu sih, memang kuat," katanya, sebelum menirukan candaan sang ayah, "Nih nih anakku nih. Ini ini obatnya dia nih, obatnya Papa."

Kalimat sederhana itu, di mana Riki menyebut anak-anaknya sendiri sebagai "obat", justru menjadi bukti betapa kuatnya ikatan keluarga ini, bahkan di detik-detik yang paling sulit sekalipun. Bagi Thalita dan keluarga besar, kenangan seperti inilah yang mungkin akan terus mereka bawa, bukan sekadar kesedihan kehilangan, tapi juga rasa syukur atas kehangatan yang sempat mereka rasakan bersama hingga akhir.

Berita Terkait

Iklan