Halangi Mobil Dirjen Imigrasi, WNA Inggris Jadi Tangkapan ke-67
LambeTurahBali - Baru saja meninggalkan lokasi patroli dengan hasil tangkapan 66 WNA, Mobil Dirjen Imigrasi malah dihadang aksi ugal-ugalan seorang WNA di tengah jalan. Dan siapa sangka, pengendara nekat itu justru menambah satu lagi ke daftar tangkapan malam itu.
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengalami insiden tak terduga usai memimpin patroli Dharma Dewata di Lapangan Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Jumat dini hari (28/8/2026).
Sebelumnya, dalam jumpa pers usai patroli, Hendarsam sempat memaparkan hasil operasi malam itu, 66 WNA berhasil diamankan karena terduga melanggar izin tinggal, dengan sekitar 33 di antaranya sudah dipastikan overstay. Namun ternyata, angka itu belum jadi hitungan final.
Selepas jumpa pers, saat rombongan Hendarsam hendak meninggalkan lokasi, seorang pria yang mengaku warga negara Inggris tiba-tiba mengendarai sepeda motor sport berkapasitas mesin besar dan menggeber kendaraannya tepat di depan mobil yang ditumpangi sang Dirjen, menghalangi laju rombongan.
Yang membuat momen ini terasa ironis, aksi ugal-ugalan ini justru terjadi persis setelah operasi penertiban baru saja resmi diumumkan rampung, seolah pelaku sama sekali tidak menyadari siapa yang sedang ia hadang di jalan malam itu.
Petugas yang masih berada di lokasi langsung bergerak mengamankan pria tersebut dan mengarahkannya ke tepi jalan untuk diperiksa.

Saat dimintai keterangan awal, pria itu beralasan hanya ingin mencoba sepeda motor milik rekannya yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian.
Namun alasan sederhana ini justru membuka persoalan yang lebih besar. Petugas meminta ia menunjukkan identitas dan paspor, tapi pria tersebut tidak bisa memenuhinya dengan dalih dokumen tertinggal pada temannya.
Kejanggalan lain mulai terlihat saat petugas menanyakan tempat tinggalnya selama di Bali. Ia mengaku menginap di sebuah vila kawasan Nusa Dua, namun terlihat kebingungan saat memberikan keterangan, kondisi yang menurut petugas di lapangan diduga dipengaruhi alkohol.
Ketidakjelasan dokumen dan sikap yang mencurigakan inilah yang akhirnya mendorong petugas melakukan pemeriksaan lebih mendalam lewat sistem identifikasi wajah, teknologi yang sama yang sebelumnya berhasil menjaring puluhan WNA bermasalah dalam patroli malam itu.
Hasilnya cukup mengejutkan. "Dari hasil pengecekan sistem identifikasi wajah, diduga pria ini telah overstay," ujar petugas yang menangani pemeriksaan tersebut.
Dengan temuan ini, total WNA yang diamankan dalam rangkaian operasi malam itu praktis bertambah jadi 67 orang, angka yang bahkan tidak sempat disebutkan Hendarsam saat jumpa pers, karena pelanggarnya baru terjaring setelah sesi tanya jawab dengan wartawan usai.
Artinya, di balik aksi kebut-kebutan yang awalnya terlihat seperti kenakalan biasa, tersimpan pelanggaran keimigrasian yang justru baru terungkap gara-gara insiden itu sendiri. Kalau saja ia tidak nekat menghalangi rombongan Dirjen, status overstay-nya mungkin masih belum terdeteksi malam itu, dan operasi bisa saja resmi ditutup dengan angka 66.
Pria tersebut akhirnya diamankan petugas Imigrasi dan dibawa menggunakan kendaraan patroli untuk menjalani pemeriksaan serta pendalaman lebih lanjut terkait identitas dan status izin tinggalnya di Indonesia.
Hingga proses pemeriksaan berlangsung, belum ada keterangan resmi soal identitas lengkap pria tersebut maupun kepastian jenis pelanggaran keimigrasian yang akan disangkakan kepadanya. Pihak Imigrasi memastikan pendalaman kasus ini masih terus berjalan.
Tag Terkait