Nekat ! Helm Raib di Lapangan Renon, Persis di Depan Kantor Gubernur Bali
Laporan: Destarita Rahmawati
LambeTurahBali - Kalau kamu rutin olahraga di Lapangan Puputan Renon, ada baiknya mulai perhatikan helm yang tergantung di motor. Sebuah video yang belakangan viral di media sosial memperlihatkan seorang pemuda yang baru selesai berolahraga, lalu terkejut mendapati jok motornya sudah diacak-acak dan helmnya raib begitu saja.
Yang membuat kejadian ini terasa ironis adalah lokasinya. Lapangan Renon bukan sembarang tempat, ia berada persis di seberang Gedung Kantor Gubernur Bali, dan setiap pagi maupun sore selalu dipenuhi ratusan hingga ribuan warga yang berolahraga. Di sepanjang bahu jalan tempat motor terparkir pun ada juru parkir yang bertugas rutin memungut retribusi.
Justru di titik keramaian dan pengawasan seperti itulah aksi pencurian ini terjadi, tanpa ada yang menyadari pelaku beraksi. Seorang warga yang sering berolahraga di lokasi tersebut menyuarakan kekesalannya.
"Sungguh nekat dan bikin miris. Ini area publik utama, ramai sekali orang lalu lalu-lalang, dan ada tukang parkir yang bertugas. Lebih parahnya lagi, lokasinya persis di depan Kantor Gubernur Bali yang seharusnya menjadi simbol keamanan dan ketertiban," ujarnya.
Helm yang jadi sasaran dalam kasus ini bukan sembarang merek. Menurut rekaman video, helm yang hilang adalah produk KYT, merek yang memang dikenal populer di kalangan pengendara motor Indonesia karena kualitas dan desainnya yang trendi. Sayangnya, popularitas itu pula yang membuatnya jadi incaran empuk pelaku kejahatan.
Lihat postingan di Instagram
Kerugian dari kasus ini pun tidak main-main. Untuk tipe half-face seperti KYT DJ Maru atau Galaxy Slide, harga pasarannya berkisar Rp350.000 hingga Rp600.000. Sementara untuk tipe full-face atau sport seperti KYT TT Course dan NF-R, nilainya bisa tembus Rp800.000 hingga lebih dari Rp1,5 juta. Bagi pelajar atau pekerja muda, kehilangan sebesar ini jelas bukan angka kecil, apalagi terjadi di fasilitas umum yang semestinya memberi rasa aman.
Kasus ini pun memicu desakan dari warga agar aparat keamanan dan pengelola fasilitas publik mengambil langkah nyata. Warga meminta peningkatan patroli berkala di sekitar Ring 1 Lapangan Renon, sekaligus pemasangan CCTV di titik-titik rawan parkir kendaraan yang selama ini dianggap luput dari pengawasan.
Sambil menunggu langkah dari pihak berwenang, warga dan pengunjung Lapangan Renon disarankan mulai lebih waspada sendiri. Daripada sekadar menggantungkan helm di spion atau kait jok standar, ada baiknya menyimpannya di bagasi utama, atau menggunakan gembok rantai pengaman khusus helm untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang.