Bali Bali
Viral

Persoalan Rp1.000 Berlanjut, Niluh Jelantik Buka Suara dan Siap Bicara dengan Polisi

Giostanovlatto
Persoalan Rp1.000 Berlanjut, Niluh Jelantik Buka Suara dan Siap Bicara dengan Polisi

LambeTurahBali – Persoalan yang bermula dari uang Rp1.000 kini berkembang menjadi perdebatan yang lebih panjang setelah video terkait seorang pelanggan dan penjahit beredar di media sosial.

Terbaru, Senator Republik Indonesia Niluh Djelantik ikut angkat bicara. Melalui unggahan di media sosialnya, Niluh menyatakan persoalan tersebut menurutnya bukan semata-mata soal uang Rp1.000, tetapi menyangkut dugaan perlakuan yang diterima pelanggan dalam persoalan tersebut.

Dalam keterangannya, Niluh menyebut pihak penjahit diduga telah mengeluarkan kata-kata kasar, menyerang suku, dan mengancam pelanggan. Pernyataan tersebut merupakan versi yang disampaikan Niluh dalam unggahannya dan belum menjadi kesimpulan hukum.

“Ini bukan masalah seribu rupiah,” tulis Niluh dalam caption unggahannya.

Niluh juga meminta persoalan tersebut diselesaikan dengan cara yang lebih baik. Ia meminta pihak penjahit meminta maaf kepada pelanggan bernama Hilda dan kepada masyarakat Jawa atas pernyataan yang menurutnya telah menyinggung identitas suku.

Video Pertemuan Beredar

Unggahan Niluh tersebut muncul bersamaan dengan beredarnya video yang memperlihatkan pertemuan antara pihak-pihak yang terlibat dalam persoalan tersebut.

Dalam video itu, seseorang meminta penjelasan mengenai apa yang sebenarnya diinginkan setelah persoalan terjadi.

Orang tersebut juga menyampaikan bahwa pakaian yang sebelumnya menjadi persoalan disebut sudah dikembalikan dan pekerjaan oleh penjahit telah diselesaikan.

“Baju kamu sudah balik loh. Sudah semuanya dikerjakan sama ibu penjahit,” terdengar dalam video tersebut.

Dalam pertemuan itu juga disebut bahwa pihak keluarga penjahit memiliki hak untuk menempuh jalur hukum terkait penyebaran video.

“Karena kamu nyebarin video orang,” ujar seseorang dalam video tersebut.

Pihak yang berbicara juga menyinggung dampak sosial yang sudah diterima penjahit setelah persoalan tersebut ramai di media sosial.

“Ibu ini udah kena sanksi sosial. Udah dihina-hina,” katanya.

Niluh: Jangan Intimidasi Hilda

Di tengah perkembangan tersebut, Niluh memberikan dukungan kepada Hilda.

Ia meminta Hilda tidak merasa takut dan mengatakan dirinya akan berkomunikasi dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia terkait persoalan tersebut.

“Kepada adik Hilda, jangan kuatir,” tulis Niluh.

“Ibu Niluh akan bicara dengan pihak kepolisian Republik Indonesia. Tidak ada satu orang pun dan siapapun yang berhak mengintimidasi Hilda,” lanjutnya.

Niluh juga menyertakan nomor telepon pribadinya dalam unggahan tersebut dan meminta Hilda menyimpannya agar dapat berkomunikasi langsung.

Bukan Lagi Sekadar Soal Rp1.000

Perkembangan ini membuat persoalan yang awalnya terlihat sederhana menjadi lebih panjang.

Di satu sisi, terdapat persoalan antara pelanggan dan penjahit yang kemudian diketahui telah masuk ke media sosial. Di sisi lain, video yang beredar juga menimbulkan dampak sosial terhadap pihak penjahit.

Kini muncul persoalan lanjutan mengenai penyebaran video, dugaan intimidasi, serta pernyataan yang disebut berkaitan dengan identitas suku.

Namun, sejauh ini berbagai tuduhan yang muncul dari masing-masing pihak masih perlu dilihat berdasarkan keterangan dan bukti dari pihak-pihak yang terlibat.

Karena itu, persoalan tersebut tidak tepat jika hanya dilihat dari nominal uang yang dipersoalkan.

Yang menjadi perhatian berikutnya adalah bagaimana pihak-pihak yang terlibat menyelesaikannya tanpa membuat persoalan semakin melebar.

Niluh sendiri telah menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke pihak kepolisian untuk dikomunikasikan lebih lanjut.

Untuk saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai langkah hukum apa yang akan ditempuh maupun apakah laporan resmi telah dibuat.

Video Lengkapnya Bisa dilihat di Reels Lambe Turah : https://www.instagram.com/p/Db9-KzimIBB/?img_index=1

Berita Terkait