Rolex, Dolar Singapura, Sampai Uang Bersembunyi di Mobil Pikap: Isi Sitaan Kejagung dari Eks Kepala BGN
LambeTurahBali -Kejagung resmi menyita aset milik mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dengan total nilai mencapai Rp8,4 miliar. Penyitaan ini dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan tertanggal 29 Mei 2026, terkait dugaan korupsi tata kelola program MBG di BGN periode 2025-2026.
Dari tangan Dadan sendiri, penyidik menyita satu jam tangan Rolex model 52509 senilai Rp300 juta, satu unit mobil Toyota Innova Zenix, serta uang tunai dalam cash box berisi SGD 150.800, USD 21.600, dan Rp20 juta.
Yang membuat kasus ini terasa lebih dari sekadar korupsi biasa adalah cara uangnya disembunyikan. Penyidik menemukan tumpukan uang tunai tersimpan di dalam mobil-mobil yang terparkir di Lantai B1 Apartemen Sentul Tower, Sentul City. Salah satunya, sebuah mobil pikap Suzuki Carry, ternyata menyimpan uang tunai USD 240 ribu di dalam kotak besi.

Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna menjelaskan penyitaan ini bagian dari rangkaian penyidikan Jampidsus terhadap para tersangka dalam kasus ini.
Dadan bukan satu-satunya yang jadi sasaran penyitaan. Mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, juga kehilangan sejumlah koleksi berharganya, mulai dari jam tangan Bell & Ross lengkap dengan boks, sampai koleksi batu permata yang tersimpan rapi dalam satu tas. Daftarnya cukup panjang: cincin Natural Blue Sapphire, Natural Ruby, Natural Hessonite, hingga belasan cincin bermata batu permata warna-warni, dari merah darah sampai biru.
Penyidik juga menyasar Asep Yusuf Somantri, pihak swasta yang disebut orang dekat Sony. Dari AYS, disita dua kendaraan mewah, yaitu BMW 740 Li tahun 2013 dan Toyota Alphard 2.5 X tahun 2019, ditambah uang tunai USD 8.658 dan SGD 1.800.
Semua penyitaan ini, kata Anang, sudah mendapat persetujuan Ketua Pengadilan Negeri. Nasib aset-aset mewah tersebut sudah jelas: bukan untuk disimpan, melainkan akan difungsikan sebagai pembayaran uang pengganti dalam upaya memulihkan kerugian negara akibat dugaan korupsi program yang seharusnya memberi manfaat gizi bagi masyarakat luas.
Tag Terkait