Langsung ke konten
Bali Bali
News

Kalender Bali September 2026: Panduan Lengkap Hari Raya dan Tanggal Penting

Giostanovlatto
Kalender Bali September 2026: Panduan Lengkap Hari Raya dan Tanggal Penting

LambeTurahBali - Kalau kamu warga Bali atau sekadar penasaran soal ritme hidup Pulau Dewata, September 2026 ini sebenarnya bulan yang cukup padat. Ada delapan hari suci berturut-turut yang bakal mewarnai kalender masyarakat Hindu Bali sepanjang bulan.

Kalender Bali, atau dikenal juga sebagai Kalender Saka, bukan sekadar penunjuk tanggal seperti kalender Masehi pada umumnya. Fungsinya jauh lebih dalam, sebagai pedoman spiritual yang menentukan kapan waktu tepat untuk beraktivitas maupun menggelar ritual keagamaan.

Bagi masyarakat lokal, ketepatan membaca kalender ini jadi kunci penting sebelum menggelar upacara-upacara besar, mulai dari Pawiwahan atau pernikahan, Melaspas atau peresmian bangunan, sampai Pitra Yadnya atau upacara kematian dan ngaben.

Dua Sistem Perhitungan dalam Satu Kalender

Yang membuat kalender Bali unik, sistem ini sebenarnya menggabungkan dua metode penanggalan sekaligus, perhitungan berbasis matahari atau Surya, dan perhitungan berbasis bulan atau Candra.

Keduanya punya fungsi berbeda. Perhitungan berbasis bulan lebih banyak dipakai untuk menentukan waktu kegiatan spiritual, seperti jatuhnya Purnama dan Tilem setiap bulan. Sementara pergantian tahun mengikuti perhitungan berbasis matahari.

Di luar dua sistem itu, ada pula perhitungan Pawukon yang berputar setiap 210 hari, melahirkan hari-hari khas seperti Kajeng Keliwon dan Tumpek, yang masing-masing punya makna spiritual tersendiri.

Selain menandai hari raya dan hari suci, kalender Bali juga dilengkapi penanda Ala Ayuning Dewasa, perhitungan baik-buruknya suatu hari untuk melakukan aktivitas tertentu. Itulah sebabnya, sebelum menggelar upacara penting, masyarakat Bali biasanya lebih dulu berkonsultasi dengan kalender ini atau bertanya langsung ke tokoh adat setempat.

kalender Bali September 2026

Istilah-Istilah Dasar yang Perlu Dipahami

Supaya tidak bingung dengan istilah yang sering muncul dalam pembacaan kalender Bali, berikut beberapa istilah dasarnya:

Pasaran atau Pancawara adalah siklus lima hari yang terdiri dari Umanis, Paing, Pon, Wage, dan Kliwon. Kelima nama ini terus berputar dan dipercaya memengaruhi watak maupun peruntungan seseorang.

Saptawara adalah nama lain dari pekan tujuh hari, sama seperti Minggu hingga Sabtu pada kalender Masehi, namun dengan sebutan berbeda, yaitu Redite, Coma, Anggara, Buda, Wraspati, Sukra, dan Saniscara.

Wuku adalah siklus 7 hari yang terbentuk dari pertemuan Pasaran dan Saptawara. Ada 30 nama wuku berbeda, dan satu putaran penuh 30 wuku ini memakan waktu 210 hari, sesuai siklus Pawukon.

Kajeng Keliwon adalah hari suci yang terjadi setiap 15 hari sekali, hasil pertemuan antara Kajeng dari siklus Triwara dan Keliwon dari Pasaran.

Tumpek adalah hari suci yang jatuh setiap 35 hari sekali, pertemuan antara Saniscara atau Sabtu dan Keliwon, dengan tema peringatan berbeda-beda sesuai wuku yang bertepatan, seperti Tumpek Landep, Tumpek Kandang, hingga Tumpek Wayang.

Ala Ayuning Dewasa adalah perhitungan yang menunjukkan apakah suatu hari tergolong baik, kurang baik, atau tidak baik sama sekali untuk melaksanakan kegiatan tertentu, mulai dari upacara adat hingga aktivitas sehari-hari.

Kalender Bali September 2026: Panduan Lengkap Hari Raya dan Tanggal Penting

Berita Terkait