Langsung ke konten
Bali Bali
Lifestyle

Urutan Lahir Ternyata Bisa Ikut Membentuk Cara Seseorang Menjalani Hubungan

Giostanovlatto
Urutan Lahir Ternyata Bisa Ikut Membentuk Cara Seseorang Menjalani Hubungan

LambeTurahBali – Pernah merasa pasanganmu punya kebiasaan yang sulit dipahami? Ada yang selalu ingin mengatur semuanya, ada yang gampang mengalah, sementara yang lain justru paling jago mencairkan suasana.

Bisa jadi, pengalaman mereka sejak kecil ikut berperan.

Urutan kelahiran dalam keluarga disebut dapat berkaitan dengan cara seseorang membangun hubungan, termasuk bagaimana mereka mengambil keputusan, menghadapi konflik, mencari perhatian, hingga memperlakukan pasangan.

Melansir YourTango pada 26 Agustus 2025, psikolog klinis Kristin Davin menjelaskan bahwa posisi seseorang sebagai anak sulung, tengah, bungsu, atau tunggal dapat memengaruhi pola perilakunya dalam hubungan. Tapi ini bukan rumus pasti. Kepribadian dan pengalaman setiap keluarga tetap punya pengaruh besar.

Anak sulung: terbiasa memegang kendali

Anak pertama sering menjadi orang yang paling awal menerima perhatian sekaligus ekspektasi orang tua. Karena itu, mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, suka mengambil kendali, dan terbiasa mengejar pencapaian.

Dalam hubungan, pola ini bisa terlihat dari kebiasaan menjadi pihak yang membuat rencana, menentukan pilihan, atau memastikan semuanya berjalan sesuai jadwal.

Masalahnya, kebiasaan selalu mengatur bisa berubah menjadi beban. Pasangan bisa merasa tidak diberi ruang, sementara si sulung sendiri dapat merasa semua urusan hubungan akhirnya jatuh ke pundaknya.

Anak tengah: paling terbiasa mencari jalan tengah

Berada di antara kakak dan adik membuat anak tengah disebut cenderung lebih terbiasa berkompromi.

Mereka dapat berkembang menjadi pribadi yang santai, mandiri, dan pandai bernegosiasi. Kemampuan ini tentu bisa menjadi modal bagus dalam hubungan.

Namun, ada sisi lainnya. Anak tengah juga dapat memiliki pengalaman merasa kurang diperhatikan dibandingkan saudara-saudaranya.

Anak bungsu: lebih santai dan mudah mencairkan suasana

Anak terakhir sering mendapatkan perlakuan yang lebih longgar dari orang tua. Pengalaman ini disebut dapat membuat mereka tumbuh lebih santai, mudah bergaul, penuh kasih sayang, dan senang menghibur orang lain.

Dalam hubungan, karakter tersebut bisa membuat suasana terasa lebih ringan.

Tetapi jika tidak seimbang, mereka juga bisa dianggap terlalu manja, pemberontak, atau terbiasa mendapatkan apa yang diinginkan.

Anak tunggal: terbiasa mengandalkan diri sendiri

Karena tidak memiliki saudara kandung, anak tunggal mempunyai pengalaman keluarga yang berbeda.

Mereka disebut cenderung mampu menghibur diri sendiri, kreatif, percaya diri, dan memperhatikan detail. Namun, mereka juga dapat mengalami kesulitan ketika menghadapi situasi yang tidak berjalan sesuai keinginan.

Pada akhirnya, urutan lahir bukanlah "cetakan" kepribadian.

Jarak usia dengan saudara, jumlah anak dalam keluarga, jenis kelamin, pola asuh, kepribadian, hingga pengalaman hidup semuanya bisa mengubah hasil akhirnya.

Jadi kalau pasanganmu anak sulung, jangan buru-buru menyebutnya tukang ngatur. Kalau dia anak bungsu, belum tentu manja.

Urutan lahir mungkin memberi warna. Tapi pengalaman hidup tetap yang menulis ceritanya.

Berita Terkait